Kasus Pembunuhan karena Iri Dengki pada Zaman Nabi Adam AS

Nabi Adam alaihi salam (AS) adalah manusia sekaligus nabi pertama yang diciptakan Allah SWT beserta segala keistimewaannya. Diciptakan pula seorang wanita untuk menjadi pasangannya yang tercipta dari tulang rusuk kiri Nabi Adam, yaitu Siti Hawa. Awalnya mereka hidup dengan limpahan kenikmatan surga. Namun kemudian mereka diturunkan ke bumi karena telah melanggar larangan Allah untuk tidak memakan buah khuldi. 

Dalam beberapa riwayat menyebutkan bahwa Nabi Adam memiliki 25 anak, 24 diantaranya lahir berpasangan, sedangkan satu tidak. Namun ada juga yang mengatakan dalam Tarikhu ath-Thabari riwayat Ibnu Thabari bahwa Hawa mengandung sebanyak 120 kali dan ia melahirkan anak kembar laki-laki dan perempuan setiap kalinya. 

Banyaknya sumber serta riwayat yang menyebutkan berbagai macam versi mengenai anak-anak Nabi Adam. Tetapi yang pasti disebutkan ada lima orang, yakni Qabil, Habil, Iqlima, Labuda dan Syith. 

Kisah Tragedi Qabil dan Habil 

Di dalam Al-Qur’an, kisah Qabil dan Habil diabadikan dalam Qs. Al-Maidah ayat 27-31. Bermula Qabil dan Iqlima merupakan anak pertama Nabi Adam dan Siti Hawa. Sedangkan Habil dan Labuda adalah anak keempat. 

Kisah mereka bermula ketika Allah mensyariatkan Nabi Adam untuk menikahkan putra dan putrinya dari pasangan kembar berbeda. Maka Qabil akan dinikahkan dengan Labuda, saudari kembar Habil. Sementara Habil akan dinikahkan dengan Iqlima, saudari kembar Qabil. 

Namun, timbul dengki dari dalam diri Qabil yang merasa Labuda tidak secantik Iqlima. Iqlima memang dikisahkan memiliki paras yang sangat cantik juga bercahaya daripada saudari-saudarinya yang lain. Qabil pun menolak pernikahan silang itu dan ingin menikahi saudari kembarnya sendiri. 

Sayangnya Nabi Adam AS tidak memberikan izin. Oleh karena itu, Nabi Adam meminta mereka berdua, Qabil dan Habil, untuk memberikan pengorbanan kepada Allah. Pengorbanan siapapun yang diterima maka akan mendapatkan keadilan. 

Diriwayatkan bahwa Qabil adalah seorang petani sedangkan Habil adalah peternak. Masing-masing dari mereka mempersembahkan hasil kerja mereka untuk dikurbankan. Habil mengorbankan seekor kambing gemuk dan sehat. Tetapi Qabil malah mempersembahkan hasil pertanian terburuknya. Setelah dipersembahkan, Allah mengirimkan api dan hanya menyambar kurban milik Habil. 

Merasa tertolak, Qabil murka. Dengkinya semakin jadi. Iblis menggodanya dengan membisikan sesuatu untuk mendorong Qabil membunuh Habil. 

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain(Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Maidah: 27)

Kejahatan Pertama di Muka Bumi

Godaan iblis mempengaruhi pikiran Qabil. Sampai suatu hari saat Habil sedang menggembala jauh dari pemukiman Nabi Adam, Qabil memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membunuh Habil. Qabil membunuhnya dengan cara memukul kepalanya dengan benda keras. Peristiwa ini menjadi peristiwa pembunuhan pertama di dunia  

Setelah Habil meninggal dunia, iblis tertawa puas. Sementara Qabil langsung merasa bingung juga sedih. Ia tidak tahu bagaimana cara mengurus jenazah sebab Habil merupakan jenazah pertama di Bumi. Qabil menggotong jenazah saudaranya dalam pelarian selama kurang lebih satu tahun lamanya. 

Lalu, Allah mengirimkan dua gagak yang saling bertarung di hadapan Qabil. Salah satu gagak pun mati. Gagak yang masih hidup mengais-ngais tanah untuk membuat lubang kemudian mengubur gagak yang sudah mati. Melihat hal tersebut, Qabil menirunya dan menguburkan Habil di tanah. 

“Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.” (QS. Al Maidah:30)

Kesedihan Nabi Adam AS dan Kelahiran Syith

Nabi Adam AS dan Siti Hawa dilanda kesedihan mendalam setelah mengetahui bahwa salah satu anaknya telah tiada. Allah pun memberinya karunia seorang anak pengganti Habil yang bernama Syith. Ia juga memiliki sifat yang sama seperti Habil. 

Nabi Adam pun mewasiatkan Syith untuk menggantikan dirinya dalam memimpin anak keturunannya untuk beribadah kepada Allah. Syith menjadi nabi kedua di bumi. Nabi Adam juga memberi wasiat untuk memerangi saudaranya, Qabil. Syith memenuhi wasiat itu kemudian pecahlah perang antara anak-anak Adam di Bumi untuk pertama kalinya. 

Syith pun memenangkan peperangan. Dalam suatu riwayat disebutkan, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: 

“Sesungguhnya manusia yang paling celaka ialah anak Adam yang membunuh saudaranya (yakni Qabil), tiada setetes darah pun yang dialirkan di bumi ini sejak dia membunuh saudaranya sampai hari kiamat, melainkan ia kebagian dari siksaannya. Demikian itu karena dialah orang yang mula-mula melakukan pembunuhan.”

Wallahu A’lam… Semoga kisah anak-anak Nabi Adam ini bisa jadi pelajaran untuk kita untuk tidak terjerumus pada bisikan iblis ya, Sahabat Widya.

 

Kalian juga bisa mendengar kisah 25 Nabi lainnya dengan menggunakan fitur Cerita 25 Nabi di Smart Speaker Widya Wicara Prima. Dalam fitur tersebut terdapat audiobook cerita-cerita Nabi untuk bisa kita teladani dan kita ambil hikmah ceritanya. Caranya gampang banget! Cukup katakan “Hai, Widya!” untuk mengaktifkan perintah, lalu Widya akan membacakan cerita Nabi untukmu.

Eits, kamu masih belum punya Speaker Pintar Widya Wicara Prima? Order sekarang, dan dapatkan berbagai macam manfaat dari fitur-fitur Widya Islami!

 

Dapatkan Speaker Widya Wicara di sini!

 

Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/low-angle-view-rook-standing-tree-branch_11890170.htm

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *