Pembentukan Karakter Anak Melalui Pendidikan Islami

Membentuk karakter anak melalui pendidikan Islam

Karakter atau akhlak yang baik sangat penting untuk dimiliki oleh setiap orang. Seseorang yang memiliki akhlak yang baik, maka perkataan dan perbuatannya juga akan lebih terkontrol dan jauh dari hawa nafsu yang sia-sia.

Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin atau pembawa rahmat, cahaya, dan keberkahan bagi seluruh alam semesta tentu menjadi pedoman dalam membentuk karakter yang baik. Apa yang diajarkan agama Islam dapat kita terapkan dalam membentuk sifat dan pandangan anak agar menjadi pribadi dengan akhlakul karimah atau akhlak yang terpuji. Prinsip dan akhlak mulia juga bisa menjadi pendidikan karakter yang dapat dicontoh dari sifat Rasulullah SAW beserta sahabat-sahabatnya.

Pembentukan karakter dari sifat mulia Nabi Muhammad SAW

Salah satu tugas Rasulullah SAW menjadi utusan Allah di dunia adalah sebagai penyempurna akhlak bagi seluruh umat manusia. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah dalam hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang berbunyi, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik (HR. Al-Bukhari).”

Nabi Muhammad SAW memiliki akhlak yang mulia dan dapat dijadikan teladan bagi umat Muslim. Dalam surat Al-Ahzab ayat 21, Allah SWT berfirman bahwa sudah ada suri teladan dalam diri Nabi Muhammad SAW yang patut kita contoh. Sebagai orangtua, kita tentu menginginkan anak-anak kita tumbuh dengan akhlak Rasulullah SAW.

Terdapat 4 sifat mulia Rasulullah yang harus ditanamkan kepada anak sejak kecil, yaitu:

  • Shidiq (jujur)

Jujur berarti menyampaikan sesuatu sesuai dengan kebenaran, tidak ditambah maupun dikurang. Rasulullah memiliki sifat jujur dalam perkataan dan perbuatan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika berniaga. Jika kita mengutamakan kejujuran dalam kehidupan kita, maka kita akan terus merasa tenang dalam menjalani kegiatan dan aktivitas.

  • Amanah (Terpercaya)

Amanah memiliki makna dapat dipercaya ketika melaksanakan sebuah tanggung jawab. Rasulullah merupakan orang yang memiliki sifat amanah. Rasulullah seringkali dipercaya untuk menjualkan atau menjaga barang orang lain. Contoh penerapan sifat amanah di kehidupan misalnya mengerjakan tugas dengan baik ketika diberi tugas oleh guru.

  • Tabligh (Menyampaikan)

Tabligh berarti selalu menyampaikan kebenaran, membedakan yang haq dan bathil. Rasulullah SAW sebagai utusan Allah selalu menyampaikan wahyu Allah kepada umatnya, sekecil apapun itu. Kita pun diajarkan dari kecil untuk berani menyampaikan informasi atau kebenaran yang kita ketahui untuk kemaslahatan umat.

  • Fathanah (Cerdas)

Rasulullah terkenal sebagai seorang yang cerdas dan pandai, serta sangat arif dan bijaksana dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang nabi. Contohnya dalam mengambil keputusan didasari dengan pertimbangan dan pemikiran yang matang, sehingga tidak merugikan umat. Sifat cerdas ini juga harus diajarkan kepada anak kita.

Pembentukan karakter dari sifat mulia sahabat Rasulullah SAW

Selain sifat-sifat mulia Rasulullah, kita juga bisa meneladani sifat dari para sahabat Rasulullah. Para sahabat tersebut ialah Abu Bakar As-Shiddiq, Umat bin Khattab, Utsman bin Affan dan ‘Ali bin Abi Thalib. Mereka disebut sebagai Khulafaur Rasyidin atau 4 pemimpin Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW. Kata khulafa artinya adalah pengganti, sedangkan rasyidin maknanya adalah memperoleh petunjuk dari Allah SWT.

Masing-masing dari keempat sahabat Rasulullah ini memiliki karakter mulia yang menonjol.  Abu Bakar terkenal sebagai sosok sahabat lembut dan sabar. Umar bin Khattab terkenal keras, tegas dan temperamental, bahkan diriwayatkan bahwa setan pun takut kepada Umar. Usman bin Affan adalah sahabat Rasul yang sangat dermawan. Usman rela membelanjakan semua hartanya di jalan Allah dan untuk keperluan perang umat Islam. Yang terakhir adalah Ali bin Abi Thalib, sahabat Rasul yang memiliki sifat cerdas dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.

Membentuk karakter Islami dengan Teknologi 

Sangat banyak tokoh Islam yang bisa kita jadikan panutan dan contoh untuk mendidik karakter anak, termasuk Rasulullah dan para Sahabat sebagai teladan terbaik umat Islam. Jika karakter yang telah diajarkan oleh agama Islam sudah tertanam, sejatinya karakter diri anak-anak kita akan baik dan terjaga sepanjang hidupnya.

Mengenalkan karakter mulia Rasulullah dan para sahabat kepada anak-anak dengan bercerita akan lebih mudah diingat oleh mereka. Bagi anak-anak, belajar dengan mendengarkan cerita dan bermain merupakan hal yang seru dan lebih berkesan daripada hanya belajar dari buku. Kedua hal ini bisa menjadi cara efektif dan efisien untuk mengajarkan pendidikan karakter sejak dini.

Pembentukan karakter melalui pendidikan agama Islam terus berkembang sesuai zamannya. Kita harus bisa menyesuaikan dengan kebiasaan dan pengaruh teknologi terhadap dunia pendidikan. Di era modern, teknologi semakin berkembang dan maju. Teknologi bisa membantu segala aktivitas manusia mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Proses pendidikan karakter Islami untuk anak pun bisa dilakukan dengan bantuan teknologi, yaitu dengan smart speaker atau speaker pintar Widya Wicara.

Widya memliki banyak fitur Islami, seperti pengingat waktu sholat dan mainan edukasi anak Muslim yang berguna untuk mengenalkan Islam secara lebih menarik. Dengan bantuan Widya Wicara, proses pendidikan karakter akan lebih relevan dengan kehidupan modern zaman sekarang.

Pembentukan karakter Islami melalui cerita Islami juga bisa dilakukan Widya Wicara. Terdapat fitur cerita 25 nabi, cerita sahabat Nabi, cerita wanita-wanita yang dirindukan surga, dan berbagai kajian Islami. Harapannya adalah anak-anak dapat lebih mudah mengingat dan membentuk karakter dirinya melalui cerita-cerita Islami.

Selain fitur cerita Islami, tersedia juga fitur-fitur Islami lain seperti Al Qur’an terjemahan, hadis harian, hafalan, dan juga fitur edukasi anak Islami. Ada juga fitur yang bisa menemani aktivitas kita sehari-hari. Contohnya seperti fitur berita audio, dongeng Widya, pantau Corona, alarm, resep makanan, dan masih banyak fitur lainnya.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *