Pentingnya Pendidikan Agama dalam Mengatasi Pergaulan Bebas Remaja

Bagi banyak orang, masa remaja dianggap sebagai masa yang paling indah, yaitu masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada periode ini, seseorang akan menemukan berbagai hal baru yang menyenangkan dan perlu dieksplorasi. Namun, pada masa ini pula kenakalan-kenakalan remaja banyak terjadi dan permasalahan remaja bermunculan, seperti pergaulan bebas.

Salah satu hal yang menjadi pendorong terjadinya kenakalan remaja adalah pergaulan bebas. Pergaulan bebas adalah sebuah bentuk perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma dalam masyarakat. Perilaku ini identik dengan permasalahan para remaja yang sedang beranjak dewasa. Biasanya, pergaulan bebas terjadi karena adanya rasa penasaran dan pencarian jati dalam diri anak-anak remaja.

Permasalahan remaja dalam hal pergaulan bebas sering menjadi isu perbincangan. Mulai dari orang tua hingga para guru di sekolah merasa khawatir mengenai hal ini. Ada berbagai dampak negatif terhadap para remaja jika pergaulan bebas ini dibiarkan begitu saja.

Pergaulan bebas berdampak pada kenakalan remaja

Pergaulan bebas pada remaja marak terjadi di kota-kota besar Indonesia. Hal tersebut terjadi karena pola gaya hidup yang berlebihan dan kurangnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan mereka. Pengaruh budaya Barat juga menjadi faktor terjadinya pergaulan bebas. Ada budaya dan kebiasaan dari luar yang tidak sesuai dengan norma masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Kebebasan dan pola gaya hidup berlebihan ini yang akhirnya melahirkan kenakalan-kenakalan remaja. Contoh kenakalan remaja yang sering kita dengar adalah seks bebas, tawuran, narkoba, atau mengonsumsi minuman keras..

Faktor terjadinya kenakalan remaja

Secara sederhana, terdapat dua faktor utama yang menyebabkan seorang remaja melakukan tindakan atau perilaku yang menyimpang:

  • Faktor Internal

Faktor ini adalah faktor yang berasal dari dalam diri sendiri. Ada dua faktor internal yang menjadi pembentuk karakter diri kita. Pertama adalah krisis identitas, yaitu sebuah keadaan dari perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja. Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai identitas peran dan akhirnya merasa tidak puas dengan posisi dirinya. Lalu, kedua adalah kontrol diri yang lemah. Ada fase pertumbuhan dan perpindahan dari usia anak-anak ke dewasa, dan remaja adalah fase tengahnya. Pada fase ini, para remaja sering merasa labil, sehingga mudah mengikuti hal-hal yang membuat dirinya penasaran.

  • Faktor Eksternal

Faktor eksternal bisa disebut juga sebagai faktor lingkungan. Ada banyak faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi diri para remaja. Kita bisa sebut beberapa di antaranya yaitu yang pertama, faktor keluarga serta perceraian orangtua. Keluarga merupakan salah satu pilar utama untuk membentuk karakter pada anak. Tidak adanya hubungan yang harmonis dan komunikasi yang baik antar anggota keluarga atau terjadinya perselisihan di dalam keluarga sangat mungkin memicu perilaku negatif pada remaja.

Kedua, pendidikan agama yang kurang memadai. Alokasi dari waktu pendidikan agama pada lingkungan pendidikan relatif sedikit. Padahal, pendidikan agama sangat penting dalam hal menanamkan dan membentuk nilai-nilai positif dan mulia pada remaja. Dalam Islam misalnya, ada perintah untuk melaksanakan ibadah sholat, puasa, mengaji, dan ibadah lain yang tujuannya untuk membentuk akhlak baik dan menghindarkan diri dari akhlak yang buruk.

Cara mengatasi pergaulan bebas pada remaja

Butuh pendekatan dan pengawasan ekstra untuk mengurangi pergaulan bebas pada remaja. Sejatinya, para remaja adalah anak-anak yang sedang beranjak dewasa dan sedang mengalami masa transisi pemikiran yang lebih dewasa pula.

Terdapat beberapa cara dalam mengatasi salah pergaulan ketika remaja, yaitu:

  • Bergaul dengan teman-teman yang baik

Teman merupakan orang terdekat kita selain keluarga di rumah. Kita sering menghabiskan waktu dengan teman-teman, baik di sekolah ataupun ketika bermain. Memiliki teman yang baik akan memberikan pengaruh positif bagi diri kita sendiri. Dengan begitu, kita dapat terhindar dari kenakalan-kenakalan remaja.

  • Hubungan keluarga yang harmonis

Pada beberapa kasus kenakalan remaja, penyebab remaja melakukan hal-hal tidak baik adalah karena hubungan buruk dengan orang tua. Anak merasa tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang orang tua, sehingga mereka merasa tidak memiliki siapa-siapa. Dampaknya adalah mereka akan sering berada di luar rumah dan bergaul dengan siapapun tanpa ada pengawasan dari keluarga. Para remaja akan merasa bebas dan memiliki perilaku yang negatif.

  • Melakukan hobi

Memanfaatkan waktu luang untuk melakukan hobi akan memberikan pengaruh positif dalam kehidupan. Periode pertumbuhan anak remaja yang identik dengan mencari jati diri akan lebih bermanfaat ketika mereka fokus kepada hobi yang positif. Contohnya seperti mengisi waktu luang dengan latihan menari, menyanyi, atau olahraga. Hal tersebut akan mengurangi pergaulan bebas yang disebabkan karena banyaknya waktu luang anak remaja.

  • Memahami pendidikan agama

Pendidikan agama mengajarkan moral dan nilai kebaikan, sehingga bisa mengarahkan anak remaja kepada hal-hal yang baik. Remaja yang sudah dibekali ilmu agama akan jauh dari pergaulan bebas dan mereka akan lebih fokus kepada perilaku-perilaku yang mulia.

Pendidikan agama melalui teknologi untuk mengatasi pergaulan bebas

Mayoritas masyarakat Indonesia adalah Muslim. Pendekatan agama menjadi sangat penting dalam mendidik anak agar bisa memiliki karakter yang baik dan bermoral Islami. Namun, pengaruh globalisasi dan masuknya budaya barat menjadi tantangan dalam mengatasi pergaulan bebas.

Pola hidup anak-anak mulai berubah dengan berkembangnya teknologi. Mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, kita menggunakan teknologi untuk membantu aktivitas kita. Salah satu alat teknologi yang terkadang disalahgunakan oleh para remaja adalah handphone.

Para remaja saat ini sangat bergantung pada handphone. Akibatnya, banyak penyalahgunaan handphone yang berakibat turunya moral dan munculnya kenakalan remaja. Seperti menonton video porno, berjudi, dan hal negatif lainnya.

Akan tetapi, teknologi juga bisa bermanfaat dan berdampak baik jika dapat digunakan dengan baik dan positif. Salah satu alat yang bisa bermanfaat untuk memberikan pendidikan agama melalui kecanggihan teknologi adalah smart speaker Widya Wicara.

Smart speaker Widya Wicara merupakan alat canggih yang memiliki banyak sekali fitur dengan kebutuhan kita masing-masing, terutama fitur pendidikan agama. Melalui smart speaker terbaik ini, para remaja bisa selalu mendapatkan pengetahuan agama dan terhindar dari pergaulan bebas.

Fitur Islami smart speaker Widya Wicara

Ada berbagai fitur Islami menarik yang bisa bermanfaat baik bagi pendidikan karakter anak dan juga pendidikan Islami. Terdapat fitur kajian Islami yang bisa kita dengarkan setiap hari agar selalu mendapatkan pengetahuan mengenai kepentingan agama. Selain itu, Widya juga dilengkapi dengan fitur-fitur untuk menemani ibadah harian, seperti pengingat waktu salat, Al Qur’an terjemahan, cerita Islami, hadis harian, dan lain-lain. Kehadiran Widya Wicara akan berdampak positif bagi gaya hidup para remaja dan bisa terhindar dari kebiasaan-kebiasaan remaja yang tidak baik.

Bukan hanya fitur Islami, ada juga fitur-fitur lainnya seperti berita harian, ramalan cuaca, dongen Widya, dan lainnya. Untuk pengaktifannya, pengguna harus terhubung dengan internet dan mengunduh aplikasi Widya Wicara di smartphone Android. Setelah melakukan pairing dengan ponsel, pengguna cukup mengatakan “Hai Widya” atau “Halo Widya”.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *