Jumlah pengangguran di Indonesia mengalami penurunan, tetapi masih dinilai tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2024 tercatat sebesar 5,45%, turun dari 5,86% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi dan peluang kerja. Namun, pemerintah diharapkan terus memperkuat upaya penciptaan lapangan kerja untuk menurunkan angka pengangguran lebih lanjut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Credit: © Zimmytws | Dreamstime.com
Apa Upaya Terbaik untuk Menurunkan Tingkat Pengangguran?
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penguatan link and match antara dunia pendidikan dengan industri. Hal ini menjawab permasalahan yang kerap kali ditemukan, yaitu kurang cocoknya kebutuhan industri dengan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang didapat dari dunia pendidikan.
Umumnya, hal ini terjadi karena masih banyak perguruan tinggi mencetak banyak lulusan yang tidak dibarengi dengan kompetensi di pasar kerja. Oleh karena itu, solusi mengatasi permasalahan pengangguran tidak bisa berfokus pada strategi jangka pendek, tetapi jangka menengah dan jangka panjang.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah meluncurkan program kartu prakerja sebagai strategi jangka pendek, pada 11 April 2020. Program Kartu Prakerja adalah program beasiswa pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kerja dan kewirausahaan.
Program ini ditujukan bukan hanya untuk pencari kerja, tapi juga mereka yang sudah bekerja maupun buruh yang ingin mendapatkan peningkatan skill atau kompetensi, juga pekerja/buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil.
Sepanjang tahun 2020-2023, jumlah penerima kartu prakerja mencapai 17,5 juta orang. Harapannya, setelah mengikuti program prakerja, masyarakat Indonesia dapat lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja, termasuk saat interview.
Apa Itu Tahap Interview HRD Dalam Proses Perekrutan?
Tahap interview atau wawancara merupakan tahap awal proses perekrutan pada sebuah perusahaan. Pada proses ini, peran HRD sangat penting untuk menyeleksi kandidat yang akan masuk ke dalam perusahaan agar sesuai dengan kebutuhan. Tak hanya interview, para HRD perlu memperhatikan kemampuan kandidat melalui screening CV, psikotest, dan lain-lain. Demi menunjang proses recruitment yang dilakukan oleh HRD, terutama proses recruitment yang akan dilakukan secara remote.
Berikut beberapa recruitment tools yang bisa digunakan:
Applicants Tracking System (ATS)
ATS merupakan perangkat lunak yang bisa digunakan untuk mempermudah proses perekrutan karyawan pada suatu perusahaan. Penggunaan ATS dapat membantu para pelamar mengetahui lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi. Selain itu, ATS juga memiliki database yang bisa diisi oleh pelamar pekerjaan.
Online Assessment
Melalui assessment, akan mempermudah para HRD untuk melakukan penilaian keterampilan dan karakteristik calon kandidat sebelum memasuki proses interview. Ada beberapa jenis assessment yang disusun sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Beberapa assessment difokuskan pada pengukuran keterampilan, sedangkan yang lainnya diarahkan untuk mengukur hal-hal, seperti kemampuan kognitif, karakteristik kepribadian, dan perilaku situasional.
Social Media Recruiting
Tak sedikit perusahaan yang saat ini juga mulai melakukan background checking melalui social media. Tujuannya agar para HRD dapat melihat karakteristik yang dimiliki oleh kandidat. Selain itu, agar HRD dapat mengantisipasi jika ada kandidat yang memiliki karakteristik di luar culture perusahaan.
Video Interview
Semenjak pandemi melanda Indonesia, banyak proses perekrutan hingga interview yang dilakukan secara online. Interview jenis ini dapat mempermudah proses pemilihan kandidat dan melengkapi data serta profil lengkap dari seorang pelamar.
Terdapat dua jenis video interview yang dapat digunakan dalam proses perekrutan:
- Video interview satu arah
Melalui cara ini, kandidat dapat menjawab pertanyaan dari HRD yang tersedia dalam format teks ataupun format tertentu dalam bentuk video rekaman. Dengan begitu, rekruter akan lebih terbantu untuk mendapatkan gambaran para kandidatnya. - Video interview dua arah
Video Interview dua arah sangat efektif untuk mengatasi jarak dan situasi ketika interview secara langsung tidak memungkinkan untuk dilakukan.
Namun, interview dengan cara seperti ini kerap kali menemukan kendala, seperti gangguan jaringan, device yang tidak mendukung, hingga fokus recruiter yang terbagi antara mendengarkan jawaban kandidat dan mencatatnya. Untuk mengatasi permasalahan notulensi tersebut, para HRD dapat menggunakan Artificial Intelligence (AI) tambahan saat melakukan interview, yaitu Widya AI Notulensi yang dikembangkan oleh Widya Wicara.
Pemanfataan Widya AI Notulensi Untuk Maksimalkan Proses Rekrutmen
Credit: freepik.com
Seiring perkembangan Artificial Intelligence (AI) saat ini, tentunya terdapat beberapa pilihan AI notulensi otomatis yang dapat digunakan ketika menjalani meeting atau interview secara online. Salah satu AI notulensi otomatis yang dapat dicoba adalah Widya AI Notulensi yang diluncurkan oleh Widya Wicara. Sejak 26 Februari 2019, Widya Wicara menawarkan solusi untuk berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia yang berbasis teknologi suara (pengolahan bahasa dan pengucapan).
Widya AI Notulensi memiliki berbagai fitur yang tentunya lebih mempermudah notulensi. Salah satunya, AI Summarizer yang dapat mencatat detail penting dan mengidentifikasi kata-kata kunci untuk akurasi transkrip. Tingkat akurasinya pun mencapai 96% dan memiliki kecepatan transkripsi 45 kali lebih cepat daripada pencatatan secara manual. Tak hanya itu, Widya AI Notulensi dari Widya Wicara ini juga mampu melakukan identifikasi siapa yang sedang berbicara (speaker identification).
Akan terasa lebih mudah karena notulensi otomatis milik Widya Wicara ini sudah terintegrasi dengan beberapa platform meeting, seperti Zoom, Google Meet, dan Microsoft Team. Dengan keberadaan AI ini, tentunya akan lebih mempermudah jalannya sesi interview yang dilakukan secara online. Para HRD juga tidak perlu khawatir membagi fokus antara mencerna jawaban para kandidat dan mencatat hasil interview. Hasil transkripnya pun akan terangkum dengan rapi sehingga memberikan hasil pencatatan yang detail.





