8 Tren Customer Service Tahun 2022

Share on linkedin
Share on facebook
Share on twitter

Jangan hanya gadget yang di-upgrade mengikuti zaman, cara kamu berbisnis juga harus di-upgrade! Berikut ini ada 8 tren customer service yang diprediksi akan muncul pada tahun 2022 ini. Kemungkinan tren berikut ini akan sangat mempengaruhi bisnis kamu. Apa saja itu?

tren customer service

Perkembangan teknologi yang semakin pesat berdampak pada perubahan perilaku masyarakat. Sebagai pelaku bisnis, kita harus mampu beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi secara cepat, termasuk dari segi pelayanan atau customer service. Permintaan dan ekspektasi konsumen terus berevolusi. Jika perusahaan kamu tidak bisa memenuhi ekspektasi mereka, maka kompetitor kamu yang akan melakukannya.

Maka dari itu, untuk memastikan perusahaan kamu bisa memenuhi ekspektasi dan kepuasan konsumen, berikut ini 8 prediksi tren customer service yang patut kamu perhatikan jika ingin meraih kesuksesan bisnis di tahun 2022!

1. Konsumen Tidak Loyal 

Perilaku konsumen sekarang ini mudah sekali beralih dari satu produk ke produk lain. Artinya, konsumen generasi millenial ke bawah sangat sulit untuk setia terhadap satu produk. Sedikit kesalahan atau sedikit melenceng dari ekspektasi, maka mereka akan beralih ke produk lain. Salah satu penyebabnya pun terjadi pada customer service

Misalkan perusahaan A menjual satu produk yang bagus, dibutuhkan, dan murah. Namun ternyata, pelayanan terhadap pelanggan perusahaan A tidak cepat tanggap, tidak ramah, dan lain sebagainya. Sementara itu, perusahaan B juga menawarkan produk yang sama, harga yang sama, tetapi customer service perusahaan B merespon lebih cepat dan pandai mengambil hati konsumen. Dijamin, para konsumen pasti akan lari ke perusahaan B.

2. Media Sosial Menjadi Channel Utama  

Media sosial seperti Facebook, Instagram, Linked In, dan lain sebagainya itu ternyata tidak hanya relevan digunakan sebagai media pemasaran, tetapi juga dapat menjadi channel utama pelayanan terhadap konsumen. Hal tersebut karena perilaku konsumen saat ini lebih sering melakukan riset terlebih dahulu di internet, utamanya media sosial. Setelah mereka mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari media sosial sebuah perusahaan, maka mereka akan menentukan keputusan pembelian. 

Bersamaan dengan perilaku tersebut, mereka berharap bisa menanyakan dan mendapatkan bantuan langsung melalui media sosial perusahaan. Pada survey yang dilakukan pada tahun 2019, 85% supervisor call center mengatakan bahwa media sosial adalah jalur paling sederhana untuk memberikan support pada konsumen.  Oleh karena itu, pengoptimalan customer service pada media sosial juga sangat diperlukan.

3. Meningkatnya Permintaan Layanan Self-Service

Perilaku lain dari konsumen zaman sekarang adalah mereka cenderung lebih mandiri. Sekarang ini, banyak konsumen yang lebih memilih untuk menyelesaikan masalahnya sendiri sebelum menelpon call center perusahaan. Cara seperti ini dinilai lebih praktis dan efisien daripada menelpon. Sehingga banyak permintaan muncul untuk channel layanan self-service

4. Customer Service Berbasis Artificial Intelligence 

Forbes memprediksi bahwa penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) di bidang layanan konsumen akan meningkat hingga 143% pada tahun ini. Tugas teknologi ini adalah membuat semua pekerjaan customer service akan dilakukan secara otomatis. Sebenarnya teknologi semacam ini bukan barang baru. Sudah banyak perusahaan yang menggunakan bot, chatbot, dan voicebot sebagai penunjang layanan konsumen mereka. 

Penggunaan teknologi AI kerap menjadi pilihan karena mampu mengimbangi ekspektasi dan kebutuhan konsumen terhadap customer service yang cepat tanggap.

5. Conversational AI Semakin Populer

Chatbot AI Widya Wicara

Seiring dengan peningkatan penggunaan teknologi kecerdasan buatan di bidang layanan konsumen, kepopuleran software berbasis conversational AI seperti chatbot, voice assistant, dan lain sebagainya juga meningkat. Sebab conversational AI memiliki potensi besar untuk melayani konsumen dengan cepat tanggap dan lebih personal. 

Conversational AI mampu merespon pesan konsumen secara real-time, tersedia setiap saat, dan teknologi natural language processing membuat chatbot bisa berinteraksi dengan manusia secara natural. Sebagai dampaknya, customer experience akan meningkat pesat. 

Teknologi ini mungkin terkesan mahal karena biaya pengembangan yang tidak murah. Namun, sudah banyak perusahaan B2B yang menyediakan jasa pengembangan chatbot. Salah satunya Chatbot Widya Wicara yang bisa digunakan di berbagai macam platform. Chatbot Widya Wicara juga bisa dipersonalisasi sesuai kebutuhan perusahaan kamu. Hubungi kontak pemasaran untuk konsultasi lebih lanjut.  

6. Banyak Perusahaan Yang Bekerja Secara Remote (Work From Home) 

Sejak merebaknya Covid-19 di awal tahun 2020, hampir semua perusahaan terpaksa ‘merumahkan’ pekerjanya. Populerlah istilah Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Meski sebenarnya sebelum pandemi pun sudah banyak perusahaan yang timnya bekerja secara remote alias tidak perlu ngantor. 

Dikarenakan tren bisnis saat ini adalah mengatur biaya operasional seefisien mungkin. Sehingga banyak startup rintisan atau perusahan-perusahaan kecil yang memilih untuk memotong biaya perkantoran. Dengan lingkungan kerja seperti ini, customer service juga ikut beradaptasi. Pekerjaan pun dilakukan menggunakan dukungan teknologi AI. Misalnya seperti balasan email otomatis serta pengelompokkan data otomatis membuat daftar pertanyaan yang sering ditanyakan (FAQs).

7. Bantuan Real Time Dengan Co-Browsing

Co-Browsing atau Collaborative Browsing memungkinkan mesin pencarian antara kedua pihak (CS dan Konsumen) terhubung. Konsumen akan langsung menemukan bantuan apa yang mereka butuhkan karena agen customer service secara otomatis mengarahkan halaman pencarian mereka. Sehingga konsumen bisa mendapatkan bantuan secara real time. Co-Browsing dijamin aman. Karena agen customer service tidak bisa melihat data-data selain apa yang konsumen sedang butuhkan. 

8. Pembukaan Customer Service Center di Metaverse

Tren terkini dari dunia teknologi salah satunya adalah metaverse atau dunia virtual di mana orang-orang dapat berinteraksi sama seperti di dunia nyata. Sudah banyak perusahaan dan bidang yang mulai ‘hijrah’ ke metaverse. Tidak terkecuali bidang pelayanan konsumen. 

Menteri kesehatan dan pencegahan Uni Emirat Arab mengumumkan customer happiness service center pertama telah di buka di metaverse. UEA mengumumkan hal tersebut saat konferensi the Arab Health 2022 lalu. Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan dan bidang lain akan mengikuti jejak mereka. 

Begitulah Sahabat Widya, seperti yang lainnya, bidang customer service atau layanan konsumen juga dipengaruhi oleh tren terkini. Setiap harinya ada saja inovasi yang dilakukan demi meningkatkan kepuasan dan experience para konsumen. 

Bagaimana dengan Sahabat Widya, apakah perusahaan kamu sudah mengadaptasi layanan berbasis teknologi? Widya Wicara bisa menjadi solusi untuk kalian. Kunjungi website www.widyawicara.com atau hubungi kontak pemasaran untuk informasi lebih lanjut. 

 

Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/smiling-woman-with-headset-dark-office_6448093.htm

Related Article

parenting

Mengenal 3 Prinsip Parenting Ali Bin Abi Thalib

Sejatinya, setiap orangtua wajib untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya terhadap perkembangan anak, mulai dari pengasuhan maupun pendidikan. Hal inilah yang biasanya disebut dengan parenting.

Newest Article
[taxopress_termsdisplay id="1"]

Newsletter

Subscribe to our newsletter and stay updated.

[taxopress_relatedposts id="1"]