Beberapa dari kalian pasti pernah melakukan percakapan dengan _smart speaker,_ _google assistant_ atau _siri_, kan ya? Baik untuk mengakses sebuah fitur dalam _handphone_, mencari informasi hingga sekadar ngobrol. Memahami bahwa lawan bicara kalian adalah robot, namun memiliki intonasi natural seperti manusia yang mempermudah kita untuk memahami kalimat yang disampaikan. Pengalaman yang menyenangkan, bukan?
Suara yang kalian dengarkan merupakan salah satu pengaplikasian dari teknologi _text to speech_ (TTS) atau konversi tulisan menjadi suara. Saat ini, penggunaan _text to speech_ di beberapa negara sudah banyak diterapkan, terutama di Tiongkok, sebagai pendukung alat yang akan mengakomodasi kebutuhan dalam sistem edukasi bagi para difabel hingga membantu lansia. Contoh ini juga menjadi salah satu prediksi bahwa akan ada peningkatan penggunaan teknologi suara sebanyak 600% di tahun 2027. Di Indonesia sendiri, tren ini sudah mulai muncul dan tidak lama lagi Indonesia akan ikut meramaikan pasar penggunaan teknologi suara sebagai penunjang kebutuhan atau bahkan mempermudah kegiatan sehari-hari hingga digunakan pada sektor bisnis. Kali ini, kita akan membahas hal paling dasar mengenai _text to speech_, seperti memahami apa itu _text to speech_ dan bagaimana _text to speech_ bisa menjadi solusi.
**Apa sebenarnya TTS atau _text to speech_ itu?**
Secara definisi, TTS atau _text to speech_ merupakan sistem yang digunakan untuk mengubah tulisan menjadi suara. Salah satu komponen dalam _text to speech_ bisa mengkonversikan simbol fonetik linguistik menjadi kata-kata sesuai dengan fonem. _Text to speech_ juga sering disebut dengan _voice computing_ yang membutuhkan berbagai macam data rekaman suara untuk diolah sebagai bentuk dasar dari suara, sehingga memiliki karakter yang mirip dengan suara manusia.
Meskipun dikembangkan agar terdengar natural atau manusiawi, untuk menciptakan suara yang memiliki karakter atau emosi yang tercipta dari sebuah konteks kalimat masih menjadi salah satu ‘PR’ bagi para _text to speech developer_. Bukan tidak mungkin, namun untuk memberikan intonasi dan emosi pada sebuah kata dibutuhkan data perekaman suara yang banyak. Agar karakter suara bisa tercipta, sistem _text to speech_ harus bisa memproses karakter suara dari sebuah kata yang diucapkan oleh pengisi suara.
**Emang solusi apa, sih, yang ditawarkan oleh _Text to Speech_?**
Dibalik kecanggihan dan limitasi yang ada, _text to speech_ bisa menjadi solusi dalam berbagai masalah atau inovasi dalam beberapa sektor bisnis, organisasi, penerbit besar, bahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa kegunaan serta solusi yang ditawarkan dengan adanya _text to speech_, yaitu:
- **Menyuarakan konten blog atau caption video** - Menjangkau audiens lebih luas termasuk audiens dengan disabilitas, sehingga meningkatkan engagement. - **Membantu proses belajar dan mengajar** - Teknologi TTS ditengarai akan sangat membantu mereka yang memiliki kesulitan belajar karena disabilitas yang dimiliki, seperti tuna netra, tuna wicara atau disleksia. - **Memberikan solusi untuk pencinta buku yang tidak memiliki waktu untuk membaca** - Permintaan audio buku meningkat hampir 50%, baik karena alasan kenyamanan atau tidak adanya waktu membaca buku fisik. - **Menghemat waktu, uang, dan tenaga** - Proses sintesis tulisan menjadi suara membutuhkan waktu yang singkat dan tenaga kerja yang sedikit dibandingkan dengan proses konversi suara dengan cara manual. - **Menciptakan keterikatan antara produk dan pelanggan** \- Memungkinkan produk kamu untuk menyesuaikan emosi dengan pesan dari produk untuk menciptakan rasa keterikatan. Ini alasan mengapa TTS sering digunakan dalam produk berbasis suara seperti smart speaker. - **Meningkatkan kepuasan pelanggan yang menghubungi Layanan Pelanggan** - 74% pelanggan menginginkan interaksi dengan manusia asli. TTS akan memberikan pengalaman seperti berinteraksi dengan manusia asli yang konsisten dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
Ternyata, _text to speech_ bisa diaplikasikan di berbagai sektor dengan berbagai tujuan yang ingin dicapai. Menarik, bukan? Widya Wicara sendiri sudah menggunakan teknologi _text to speech_ ini untuk produk Smart Speaker Widya Wicara Prima, lho! Bagi kalian yang ingin mengetahui contoh _text to speech_ mengkonversi tulisan menjadi suara itu seperti apa, kalian bisa coba langsung menggunakan mesin _text to speech_ yang Widya Wicara punya dengan mengakses https://widyawicara.com/tts. **REFERENSI** Foto oleh **Karolina Grabowska** dari **Pexels** https://voiceintuitive.com/en/2020/10/15/top-tts-trends-for-2021/ https://melroselabs.com/text-to-speech/ http://callej.org/journal/7-2/Kilickaya.html https://arxiv.org/pdf/1806.00927.pdf https://www.3playmedia.com/blog/pros-cons-synthesized-speech-audio-description/ https://www.sciencepubco.com/index.php/ijet/article/view/12933 https://ojs.cbn.ac.id/index.php/jukanti/article/view/217 https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-khusus/article/download/34462/30659